Jackson Kumaat Dukung Ketua DPD RI La Nyalla Sebagai Ketum PSSI

• Saturday, 5 Oct 2019 - 17:00 WIB

JAKARTA – Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Jackson Kumaat memberikan dukungan penuh kepada Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) La Nyalla Mattalitti, yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2019-2023.

Jackson menilai, La Nyala merupakan sosok yang berpengalaman dalam memimpin sepakbola Indonesia. Apalagi menurutnya, La Nyalla bukan sosok asing di PSSI karena pernah mengemban jabatan ketum dari 2015-2016. 

“Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti akan mampu membawa perubahan sepakbola Indonesia bisa unjuk gigi di event Internasional,” kata Jackson Kumaat, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Sebelumnya Komite Pemilihan PSSI memgumumkan hingga pukul 23.59 WIB, Kamis 03 Oktober 2019 Komite Pemilihan menerima berkas pendaftaran Komite Eksekutif PSSI 2019–2023 baik berupa Formulir Deklarasi Dukungan dari Anggota PSSI dengan nama-nama bakal calon komite eksekutif yaitu bakal calon Ketua Umum (10 nama), bakal calon wakil ketua umum (20 nama) dan bakal calon anggota Exco (91 nama). 

Selanjutnya Komite Pemilihan akan melakukan verikasi terkait seluruh dokumen yang diterima dan meminta Bakal Calon untuk melengkapi kekuranggannya hingga tanggal 08 Oktober 2019. 

10 Calon Ketua Umum PSSI yaitu Arif Putra Wicaksono, Alven Hinelo, Bernhard Limbong, Fary Djemi Francis, La Nyalla Mattalitti, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Rahim Soekasah, Sarman El Hakim, Vijaya Fitriyasa dan Yesayas Oktavianus. 

KP PSSI berencana merilis daftar tetap Caketum pada rentang 9-13 Oktober 2019. Caketum-Caketum ini lantas akan diberi kesempatan mengajukan banding jika ada keberatan, sebelum bursa ditutup pada 16 Oktober 2019. Bakal calon yang telah melengkapi seluruh persyaratan, kemudian akan diberikan waktu untuk melakukan kampanye pada 24-31 Oktober 2019. Dalam kampanye ini PSSI juga akan memfasilitasi pemaparan visi-misi setiap calon, sebelum pemungutan suara dilakukan oleh voters pada 2 November 2019. (ANP)