Pemkot Kendari Jadikan Kawasan Kumuh Bungkotoko dan Petoaha "Water Front City"

• Monday, 7 Oct 2019 - 20:52 WIB

Kendari - Terobosan Pemkot Kendari agar target visi dan misi periode 2017-2022 sebagauli Kota Layak Huni kali ini berlanjut. Terobosan yang dimaksud adalah menjadikan kawasan kumuh yang ada di kelurahan Bungkutoko dan kelurahan Petoaha  Kecamatan Nambo menjadi kawasan produktif, akan segera terwujud. 

"Kita baru saja melakukan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan "Water front City". Ini program terobosan kita yang dibantu pihak kementerian daro pemerintah pusat, untuk menangani kawasan kumuh. Kita tau kawasan Bungkutoko ini, kita proyeksikan menjadi kawasan pelabuhan untuk mengantisipasi pertumbuhannya. Kita ingin sekali daerah ini menjadi icon baru di kota Kendari. Insyaallah ini akan menjadi destinasi baru bagi masyarakat kota Kendari atau yang berkunjung ke kota Kendari," kata Walikota Kendari, H. Sulkarnain Kadir dalam wawancara dengan mnctrijaya.com di sela peletakan batu pertama pembangunan kedua kawasan tersebut, Senin (7/10). 

"Kita akan sediakan nanti di sana ada penangkaran ikan dalam bentuk bagang,  kurang lebih ada sekitar 80 titik jaring, di atasnya nanti kita sediakan tempat kuliner yang kemudian akan dinikmati seluruh masyarakat. Doakan, ini 9 bulan waktu pengerjaannya dan ditargetkan pada September 2020 sudah bisa dimanfaatkan," sambung Sulkarnain.

Sepertı diketahui penataan kawasan kumuh tersebut dibagi dalam dua tahap pekerjaan. Pertama, pekerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh Kota Kendari kawasan Bungkutoko yang dikerjakan PT Karya Syarnis Pratama. Kedua, pekerjaan peningkatan kawasan kumuh kawasan Petoaha oleh PT Indopeta Bumi Permai.

Biaya yang dıgelontorkan cukup besar,  mencapai Rp42 miliar. Kalau dıgabungkan dengan dana yang disiapkan Pemkot Kendari untuk relokasi, totalnya mencapai Rp46 miliar. (Hengky)