Ketika Kivlan Zen Lebih Layak Mendapat Guinness Book Record, Daripada Dipenjara

• Tuesday, 8 Oct 2019 - 13:02 WIB

Jakarta - Abituren Akabri terkejut ketika Dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Robert dan Kolonel Sudiono, mengungkap fakta medis Mayor Jenderal TNI Purnawiriwan Kivlan Zen dalam persidangan yang berlangsung 3 Oktober lalu.

Fakta medis itu menunjukkan bahwa mantan tentara Kopassus tersebut masih menyimpan serpihan granat di paha sebelah kirinya selama 42 tahun. Serpihan granat nenas bersarang di paha Kivlan sejak tahun 1977.

"Sebagian besar bekas granat tersebut telah dikeluarkan pada tahun 1977. Dan pada waktu yang berbeda beberapa kali dikeluarkan juga sehingga ada bagian-bagian tubuhnya yang sudah kosong dagingnya dengan ditutup oleh kulit saja karena daging tubuh tersebut telah terbakar atau mati," kata Tonin Tachta, Pengacara Kivlan Zen beberapa waktu lalu.

Selama lebih dari empat dekade, serpihan granat tersebut telah mengganggu pertumbuhan kaki kiri Kivlan. Ia sering terlihat pincang ketika berjalan.

Namun yang membuat para Abituren Akabri terkejut adalah karena Kivlan selalu menjadi yang nomor satu dalam urusan ketangkasan jasmani saat masih aktif sebagai TNI. Kivlan bahkan masih mampu memimpin perang gerilya melawan ribuan pasukan Papua dan Timor Timur. Sementara dirinya hanya membawa 15 orang pasukan.

Kivlan Zen bahkan masih berkiprah dalam pembebasan sandera di Filipina Selatan dan berperang melawan pasukan Abu Sayaf.

"Yang mana perang terakhir dilakukannya di Malaysia dalam keadaan sudah purna. Tapi masih harus menembakkan peluru tajam menggunakan M-16 dan ternyata menang," tutur Tonin.

Keluarga Kivlan berseloroh, kiprah menyimpan granat di paha selama 42 tahun, dan memenangkan sejumlah perang, bahkan dalam perang yang nyaris mustahil dimenangkannya itu, barangkali layak mendapat Guinness Book Record. (FYR)