Mahasiswa Boikot Jamuan Makan Malam Gubernur Jatim

• Wednesday, 9 Oct 2019 - 10:04 WIB

Surabaya - Rencana pertemuan Gubernur Jatim dengan BEM Se-Jatim gagal total. Acara yang juga dihadiri Kapolda Jatim dan Pangdam Brawijaya menjadi kacau, karena para mahasiswa memboikot jamuan makan malam yang disediakan Gubernur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, para mahasiswa menghendaki bisa beraudensi dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkait berbagai hal yang terjadi di tanah air, termasuk desakan kepada pemerintah untuk mengeluarkan Perpu KPK. Sayangnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa enggan menemui mahasiswa karena dalam undanganya gubernur hanya menginginkan silaturahmi saja dan tidak ingin ada pertemuan atau audiensi.

Jonathan Judianto Kepala Bakesbangpol Jatim yang menemui mahasiswa menegaskan bahwa pertemuan kali ini hanya sebatas silaturahmi.

"Dalam undangan yang disampaikan kepada adik-adik mahasiswa kan sebatas silaturahmi saja. Saya minta adik-adik mahasiswa tidak menyampaikan tuntutan apapun kepada Ibu Gubernur. Kalau ingin bisa audiensi nanti kita jadwalkan lagi," ujar Jonathan.

Pernyataan Jonathan pun direspon mahasiswa dengan melakukan boikot jamuan makan malam.

"Saya minta maaf kepada teman-teman mahasiswa. Kita di sini tidak akan makan dan minum, kita akan berjuang menyampaikan aspirasi kita. Banyak kawan-kawan kita di luar sana yang menderita tidak makan dan tidak hidup. Kita sehati dengan perjuangan mereka...Hidup Mahasiswa..Hidup Indonesia," teriak Zam Zam Syahara salah satu mahasiswa yang juga Korlap Kekuatan Sipil Jawa Timur.

Selain memboikot, para mahasiswa juga membentangkan kain hitam bertuliskan "Kita KPK ". Aksi para mahasiswa tersebut juga memicu amarah salah satu orang kepercayaan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, hingga menggebrak meja dan memarahi para mahasiswa. Namun mahasiswa tetap bersikeras tidak mau makan dan minum serta menuntut bertemu Gubernur.

"Adalah hak kita mau makan atau tidak,  jangan dipaksa. Yang kita inginkan saat ini hanya bertemu gubernur untuk audiensi," ujar salah satu mahasiswa menanggapi amarah Airlangga Pribadi orang kepercayaan Gubernur JawaTimur.

Pertemuan pun batal dan para mahasiswa meninggalkan lokasi sekitar pukul.21.00 WIB. "Wis Ayo moleh ae rek, gubernur e gak gelem nemoni," pungkas Zam Zam Syahara sembari berjalan keluar dari Gedung Negara Grahadi. (hermawan)