40 WNI Jadi Korban Perdagangan Orang dengan Modus Beasiswa Kuliah di Taiwan

• Wednesday, 9 Oct 2019 - 13:33 WIB

Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (RI) berhasil mengungkap modus baru perdagangan orang ke Taiwan. Modus para pelaku adalah dengan menawarkan korban beasiswa kuliah sembari bekerja.

"Sudah ada sekitar 40 orang WNI yang menjadi korban. Dan ini WNI yang rata-rata berasal dari wilayah Lampung, Jawa Barat, ada juga Jawa Tengah," tutur Wadir Tipidum Bareskrim Mabes Polri Kombes (Pol) Agus Nugroho, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Para korban dijanjikan kuliah dan bekerja di Taiwan dengan modal uang administrasi sebesar Rp 35 juta. Para tersangka bahkan sampai memberikan 'uang talangan' bagi para korban atau orang tua korban yang tidak mampu membayar.

"Dengan catatan sesudah para korban berkuliah sambil bekerja di Taiwan, penghasilannya sebagian akan digunakan untuk melunasi jumlah uang administrasi yang dibayarkan di muka tadi," kata Agus.

Di samping itu, agar lebih meyakinkan, para korban juga dimintai persyaratan sebagaimana administrasi masuk universitas. Mulai dari KTP, KK, ijazah, persetujuan orang tua sampai SKCK.

Setelah semua lengkap, mereka akan langsung diberangkatkan ke Taiwan. Namun sesampainya di Taiwan, korban malah diminta bekerja tanpa libur, Senin-Sabtu.

"Untuk kemudian di hari Minggu, para korban akan dipertemukan perwakilan yang sebetulnya bagian dari jaringan ini untuk seolah seperti kuliah, padahal hanya belajar bahasa Taiwan untuk memudahkan pekerjaannya itu sendiri," terangnya.

Agus mengatakan, kasus ini terungkap setelah Bareskrim Polri mendapat laporan dari sejumlah korban yang mengaku telah ditipu oleh oknum perdagangan orang di Taiwan.

Berdasarkan keterengan para korban, mereka sebelumnya dijanjikan gaji sebesar 27.000 TWD (mata uang Taiwan), namun ternyata hanya mendapatkan sebesar Rp2 juta per bulan.

"Ada pula yang lebih parah karena tidak mendapatkan uang tersebut sama sekali sehingga melaporkan ke pihak yang berwajib termasuk kepada kita," katanya.

Atas pengungkapan kasus tersebut, polisi telah mengamankan dua orang tersangka asal Indonesia yaitu M dan L. Selain itu, kini pihak kepolisian juga tengah mengambil langkah kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan sejumlah stakeholder terkait untuk mengungkap kasus ini hingga ke akarnya. (FYR)