Inilah Buku Amil Zakat Easy Going

• Wednesday, 9 Oct 2019 - 19:53 WIB

JAKARTA - Nana Sudiana, Direktur Pendayagunaan IZI sekaligus Sekjen Forum Zakat (FoZ) kembali meluncurkan buku dengan judul Amil Zakat Easy Going, Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0. Sebelumnya Nana Sudiana sudah menulis buku dengan judul Mengenal IZI Lebih Dekat serta Siapa Memudahkan, Dia Memudahkan.

Konten buku yang saat ini dibedah mengenai kiprah amil zakat sendiri. Gelombang era 4.0 tak terbendung arusnya, ia juga akhirnya memasuki mempengaruhi dan menyebabkan sejumlah perubahan dalam gerakan zakat di Indonesia. Kehadiran era 4.0 yang disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, menyebabkan banyak hal dalam kehidupan manusia berubah. Momentum yang juga disebut era revolusi industri 4.0 ini pada dasarnya bertumpu pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya. Situasi ini dikenal juga dengan fenomena disruptive innovation.
Menurut Direktur Pendayagunaan IZI sekaligus Sekjen Forum Zakat (FoZ)
Nana Sudiana, menghadapi tantangan tersebut, para amil di gerakan zakat Indonesia mau tidak mau harus beradaptasi untuk bisa terus sukses dan lincah (agile) mengawal dan membersamai gerakan zakat Indonesia menuju cita-citanya, yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sejahtera dan memiliki kesadaran ber-Islam dengan baik sesuai dengan ajaran zakat selama ini.

"Menjadi amil zakat yang baik, amanah dan professional ternyata tak mudah. Diperlukan kesiapan mental dan spiritual yang memadai sehingga seseorang bisa mengemban amanah ini. Menjadi amil, tak cukup hanya bermodal semangat saja, ia juga harus memiliki mental pejuang yang selalu siap berkorban dan mengabdi untuk kebaikan sesama, terutama untuk kalangan masyarakat dhuafa," tegasnya di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Ia mengatakan, Zakat yang semakin hari semakin meningkat manfaatnya bagi umat tak bisa dipandang sebelah mata pengelolaannya. Sehingga harus diurus oleh orang-orang yang jujur, amanah dan kreatif. Harus ada jiwa inovatif juga dari para aktivis dan penggerak zakat, sehingga semakin ke sini gerakan zakat semakin sesuai jaman dan mampu tampil menjadi gaya hidup kelas menengah muslim, bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia. Zakat adalah legacy sekaligus menara kebanggan umat bila dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh. Umat akan bangga bila zakat mewujud kesejahteraan yang nyata dan semakin luas manfaat serta dampaknya bagi umat, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Buku Amil Zakat Easy Going; Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0 hadir untuk memenuhi dua tujuan besar yakni, menjadi referensi amil dan dan menjadi guidance strategi dan juga landasan moral untuk pegiat dan aktivis zakat Indonesia. Di tengah gelombang perubahan jaman yang luar biasa, para amil harus memiliki kekuatan lahir dan batin untuk bekerja keras menyelesaikan berbagai persoalan dalam gerakan zakat Indonesia. Butuh stamina yang kokoh dan nafas yang panjang untuk membawa gerakan zakat terus naik kelas dan berada dalam posisi terbaiknya untuk membantu menjadikan gerakan ini sebagai solusi persoalan umat. (ANP)