Sejarah Dibalik Saudi Arabian Airlines

• Wednesday, 16 Oct 2019 - 13:22 WIB

Jakarta – Saudi Arabian Airlines, menjadi salah satu maskapai pilihan untuk menempuh perjalanan wisata maupun bisnis ke Timur Tengah. Tidak cuma dari sisi bisnis, ada pula sejarah menarik dibalik maskapai ini.

Saudi Arabian Airlines alias Saudia adalah maskapai nasional Kerajaan Arab Saudi dan maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah. Maskapai ini ibarat Garuda Indonesia di tanah air. Saudia mengoperasikan layanan penumpang dan barang terjadwal ke-25 tujuan domestik. Rute-rute internasional Saudia diterbangkan dari Jeddah, Riyadh, Madinah, dan Dhahran ke 53 tujuan internasional di Timur Tengah, Afrika, Eropa, Timur Jauh, dan Amerika Utara.

Dalam hal penjualan, Saudia berada di peringkat ke-29 di Airline Business 100 untuk kinerja penjualan tahun 1990, tahun di mana ia mengangkut 10,6 juta penumpang. Pada tahun yang sama maskapai ini merupakan kerugian terbesar kedelapan dengan kerugian bersih $163,5 juta. Tiket Saudi Arabian Airlines tersedia secara online maupun offline, termasuk di offline dan online travel agent (OTA) Indonesia.

Sejarah Singkat dan Fakta Penting Saudi Arabian Airlines

Sejarah Saudi Arabian Airlines berawal di bulan April 1945, ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin D. Roosevelt menghadiahkan sebuah pesawat Douglas DC-3 kepada Raja Abdul Aziz ibn Saud. Pesawat ini dengan cepat digunakan untuk mengangkut penumpang dan surat antara tiga kota utama negara itu: Jeddah, Riyadh, dan Dhahran. Pada akhir tahun 1945, pemerintah Arab Saudi membeli empat pesawat Douglas DC-3 lainnya. Di bawah perlindungan Kementerian Pertahanan Saudi dan memanfaatkan peralatan dan personel pemerintah yang ada, Saudi Arabian Airlines dibentuk pada bulan September 1946.

Pada bulan Oktober di tahun yang sama, penerbangan internasional pertama Saudia berangkat ke Yerusalem, kembali melalui Beirut dengan membawa jamaah menuju ke Mekah. Pada akhir tahun, cabang luar negeri pertama Saudia menerima pesanan di Kairo.

Operasi terjadwal pertama yang menggunakan pesawat ini dimulai pada 1947 dengan layanan antara Riyadh, Hofuf, Dhahran, dan ibukota musim panas Arab Saudi, Jeddah. Ada juga penerbangan internasional reguler ke Kairo, Damaskus, dan Beirut. Pada 1949 armada Saudia bertambah menjadi 13 pesawat dengan lebih banyak DC-3 dan pesawat angkut Bristol 170.

Ekspansi armada Saudia dilakukan sebagian sebagai tanggapan atas permintaan besar dari para jamaah Muslim yang ingin melakukan perjalanan ke dua masjid suci di Kerajaan Arab Saudi. Perluasan internasional di awal terbentuknya maskapai ini sebagian besar ditentukan oleh permintaan ini, dan pada akhir tahun 1953 layanan Saudi Arabian Airlines beroperasi ke Amman, Yordania; Asmara, Ethiopia; Bahrain; Basra, Irak; Istanbul, Turki; Karachi, Pakistan; dan Kuwait.

Di sisi domestik, peran Saudi Arabian Airlines dalam pengembangan ekonomi kerajaan Arab Saudi sangat penting. Dengan negara berukuran lebih dari lima kali ukuran California, dengan populasi kurang dari sepuluh juta pada 1950-an, perjalanan udara terbukti menjadi satu-satunya metode cepat dan efisien menghubungkan banyak kota yang tersebar dan terpencil di jazirah Arab.

Dengan sejarah yang kuat dan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas, Saudia berharap layanan yang ditawarkan membuahkan preferensi kuat yang ditunjukkan oleh pangsa pasarnya.

Seperti maskapai full service lainnya, Saudia menyediakan kelas bisnis dan kelas utama (business class dan first class). Jika kita memesan tiket Saudi Arabian Airlines business class, dan harus singgah agak lama di Jeddah, kita bisa memanfaatkan fasilitas business clas lounge Saudia untuk tidur dan makan sebelum penerbangan berikutnya.

Pemesanan tiket dapat dilakukan dengan pergi ke konsulat Saudi atau kantor maskapai. Bisa juga secara online untuk memudahkan pembelian. Satu hal yang penting, harga tiket Saudi Arabian Airlines biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga tiket pesawat maskapai lain di kelasnya. (akm)