Program Farmer To Farmer Dari Belanda, Tingkatkan Produksi Susu Sapi di Tulungagung

• Friday, 18 Oct 2019 - 15:18 WIB

Tulungagung - Peternak sapi perah di Kabupaten Tulungagung bisa tersenyum, seiring peningkatan produksi susu di wilayah tersebut. Selama ini Tulungagung menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang dikenal sebagai wilayah produksi susu. Namun dalam perkembangannya produksi susu tidak mengalami peningkatan.

Sejak tahun 2017, program farmer to farmer yang dikenalkan oleh praktisi peternak sapi dari Belanda mulai masuk ke Tulungagung. Program ini tidak saja mengenalkan cara memelihara sapi yang baik, namun juga pengelolaan kandang dan kualitas makanan. Mitha Kopiyah, salah satu peternak sapi yang berada di Desa Penjor Kecamatan Pagerwojo Tulungagung mengatakan bahwa program farmer to farmer bisa meningkatkan produksi susu dan kesejahteraan peternak.

"Program farmer to farmer sangat bermanfaat bagi peternak sapi perah. Banyak peternak sapi yang semula masih mengelola secara tradisional sudah beralih secara lebih baik dengan farmer to farmer," ujar Mitha yang merupakan peternak sapi perah di Kecamatan Pagerwojo.

Produksi susu sapi pun meningkat tajam. Dalam 2 tahun pelaksanaan farmer to farmer, produksi yang biasanya hanya 10-12 liter per sapi per hari, bisa naik menjadi 18-20 liter. Peningkatan tersebut sangat disyukuri oleh para peternak karena meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Saat ini program farmer to farmer telah meningkatkan produksi susu sapi dari 10 s/d 12 liter per hari per sapi menjadi 18 s/d 20  liter per hari," tambah Mitha satu satunya peternak sapi di wilayah setempat.

Produksi susu sapi yang melimpah di wilayah Tulungagung saat ini selain memenuhi kebutuhan untuk Jawa Timur, juga diambil beberapa perusahaan pengolahan susu nasional .

"Hasil susu yang melimpah saat ini sudah dipasarkan untuk sampi keluar Tulungagung, bahkan sudah memasok Jawa Timur dan juga kebutuhan susu nasional," tutupnya. (hermawan)