Produksi Susu Nasional Rendah, Anak Indonesia Terancam Kekurangan Gizi

• Saturday, 19 Oct 2019 - 12:48 WIB

Tulungagung - Produksi susu nasional saat ini masih sangat sedikit, sehingga kebutuhan secara nasional harus mengandalkan impor.

Staf ahli Menteri Pertanian sekaligus Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan IPB, Epi Taufik mengatakan, sampai saat ini produksi nasional hanya mencapai 1 juta liter,  sementara kebutuhan secara nasional mencapai 4 miliar liter. Kondisi ini menyebabkan harga susu menjadi mahal karena didominasi hasil import.

"Peternak sapi kita sampai saat ini ini hanya bisa mencapai 1 juta liter, pada hal kebutuhan mencapai 4 miliar liter. Bahkan ditahun depan bisa meningkat menjadi sekitar 6 miliar liter. Akhirnya import menjadi andalan kita untuk mencukupi ketersediaan dan ketahanan pangan nasional," ujar Epi di hadapan forum pertemuan peternak sapi perah Jawa Timur.

Hal ini juga membawa efek domino, dimana harga susu menjadi mahal dan tidak terjangkau masyarakat. Akibatnya anak-anak di Indonesia tidak banyak yang mengkonsumsi susu, dan mengalami kekurangan gizi.

"Thailand ada kebijakan dari pemerintah untuk memberikan susu kepada anak-anak, sehingga anak-anak di Thailand tumbuh sehat dan bagus. Lain di negara kita, tidak ada kebijakan tersebut sehingga kasus kekurangan gizi, stunting menjadi persoalan serius yang dihadapi masyarakat kita akibat kekurangan protein hewani termasuk susu," tambah Epi Taufik.

Epi berharap ada terobosan pemerintah untuk meningkatkan produksi susu nasional dengan menggandeng pihak ke 3, yaitu perusahaan berskala nasional yang konsen dalam bidang pengolahan susu. Diyakini Epi bahwa dengan cara itu bisa meningkatkan produksi susu nasional.

"Kita bisa kok meningkatkan produksi susu nasional. Pola kemitraan bisa menjadi solusi. Kan banyak perusahaan besar di indonesia yang bergerak dalam produksi susu dan pastinya mereka akan mau bekerja sama dengan peternak lokal untuk peningkatan produksinya," pungkas Epi Taufik.

Sementara itu Ketua Koperasi Susu Bangun Lestari Tulungagung, Muntohin mengapresiasi keinginan Epi Taufik. Menurutnya terobosan yang ditawarkan staf ahli mentan tersebut bisa membawa dampak positif bagi produksi susu nasional, peningkatan kesejahteraan peternak dan peningkatan kualitas gizi anak.

"Semoga ada langkah baik dari pemerintah dan swasta dalam rangka peningkatan produksi dan konsumsi susu nasional," ujar Muntolin yang merupakan peternak sapi sukses di Jawa Timur. (Hermawan)