Halloween Menyenangkan bersama The Addams Family

• Sunday, 20 Oct 2019 - 20:35 WIB

Genre: Animasi 
Sutradara: Conrad Vernon, Greg Tiernan
Pengisi suara: Oscar Isaac, Charlize Theron 
Durasi: Sekitar 1,5 jam 
Distributor: United International Pictures Indonesia (Universal Pictures) 
Segera tayang di bioskop Indonesia

Menjelang Halloween, keluarga menyeramkan The Addams Family untuk pertama kalinya hadir di layar lebar dalam genre animasi. Simbol keanehan, mengerikan, eksentrik, berbeda dari orang biasa ini, membawa pesan bermakna tentang toleransi dan hormat-menghormati dalam keberagaman masyarakat. 

Terkesan berat? Tidak juga. Pesan mendalam yang cocok untuk anak-anak dan orang dewasa ini, disajikan dalam komedi unik, memadukan kengerian misteri penuh elemen-elemen mistis dan ketidaknormalan, yang tetap memancing tawa lewat dialog serta tingkah tokohnya. 

Pengisi suara Charlize Theron tertarik dengan warisan abadi The Addams Family, yang dengan cara menyenangkan dan mengacaukan, mampu menjelaskan makna sesungguhnya dari keluarga. 

"Saya pikir pada intinya, kenapa orang benar-benar suka keluarga Addams, adalah karena pada akhirnya, penonton akan selalu menjadi Addams, dan mereka bangga akan hal itu, tidak pernah mencoba mengubah diri sendiri untuk siapa pun. Kita semua ingin percaya, kita menjalani hidup kita secara otentik, terutama dalam lingkaran keluarga kita. The Addams Family adalah keluarga yang hidup dengan ekstrim. Tetapi ada sesuatu yang sangat membumi, karena meskipun mereka berusaha saling membunuh, mereka saling mencintai, dan Anda benar-benar melihat itu,” terang Theron yang mengisi suara Ibu Morticia. 

Bersama suami, Gomez Addams, Morticia hidup tenang jauh dari peradaban di puncak tertinggi New Jersey. Mereka membesarkan anak remaja: Wednesday dan Pugsley, di rumah bekas rumah sakit jiwa, yang berhantu, serba klasik, hitam, dan penuh benda ekstrim. 

Konflik timbul ketika putri mereka, Wednesday Addams mulai berinteraksi dengan dunia luar, bertemu dengan teman sebaya, dan membawa perubahan sederhana, seperti memakai benda bernuansa pink. Peralihan tersebut terjadi seiring dengan sedikit terbukanya Keluarga Addams terhadap masyarakat umum. 

Keanehan mereka mulai dirasakan publik, sehingga penolakan pun mulai terasa. Kenyamanan kehidupan Keluarga Addams terusik hanya karena mereka berbeda, dengan apa adanya menjadi diri sendiri.

Menurut Theron, film ini mengingatkan, apa pun yang kita anggap normal adalah hal yang sangat berbeda untuk setiap individu. “Tentu saja, ini adalah film yang sangat menyenangkan untuk ditonton, tetapi ada pesan yang mendasarinya: menjadi berbeda bukanlah hal yang buruk dan kita perlu lebih sering merayakannya," tambah Theron yang mengaku senang menjadi bagian dari pembawa pesan tersebut.

Salah satu sutradara, Conrad Vernon menyebut film ini menampilkan perjuangan Keluarga Addams yang luar biasa penting, seperti kisah para imigran. "Pada dasarnya, ini semua tentang penerimaan dan bagaimana ada orang tidak dapat melihat apa yang seharusnya terjadi di tetangganya, dan menerima orang-orang, yang mungkin berada di luar normanya. Dan soal penerimaan itu, mereka belajar menerima cara hidup lain. Keluarga Addams selalu menerima, kenapa? Mereka mungkin berpikir orang agak aneh, tetapi mereka selalu berusaha memahami semua orang. Ini tentang orang lain yang harus menerimanya," terang Vernon. 

Kisah The Addams Family diciptakan oleh Charles Addams pada era 1930-an dalam bentuk komik di majalah New Yorker. Saat itu, Addams menggambar dengan ciri khas tema gelap, kontradiksi warna hitam-putih, dengan penegasan pada garis dan bayangan. Menggunakan visual tersebut sebagai titik tolak, pesan moral mendalam, dan lelucon yang bisa diterima penonton berbagai usia, "The Addams Family" pas disaksikan saat tema Halloween turut diangkat sebagai dekorasi kemeriahan di tanah air.

(MAR)