Wali Kota Kendari Siap Implementasikan Hasil Kunjungan Ke Amerika

• Monday, 21 Oct 2019 - 12:52 WIB

Kendari - Untuk mewujudkan terciptanya kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi, teknologi dan informasi, tak tanggung tanggung terobosan yang dilakukan Walikota Kendari H Sulkarnain Kadir. Usai mendampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, H Ali Mazi berkunjung ke Amerika Serikat beberapa hari ini, Sulkarnain membawa beberapa target rencana yang akan diterapkan di kota Kendari.

Dalam wawancara dengan Mnctrijaya.com, Minggu (20/10), Sulkarnain menyampaikan beberapa target rencana yang dituntaskan tercapai dalam kunjungan tersebut.

Pertama, pemerintah kota Kendari mendapat referensi luar biasa saat berkunjung ke Universitas Harvard dan berdiskusi dengan pengelola perpustakaan Harvard, untuk dijadikan referensi pengelolaan perpustakaan di kota Kendari.

Kedua, Gubernur Ali Mazi  menandatangani MOU di bidang pengembangan perikanan, perpustakaan dan pengembagan Rumah Sakit Jantung dengan Universitas Rhode Island, Amerika Serikat.

Dalam upaya penguatan program-program unggulan Pemda Provinsi Sultra, Gubernur Ali Mazi menandatangani kerjasama (Memorandum of Understanding/MOU) di tiga bidang utama program unggulan. Yakni pengembangan perpustakaan, pengembangan dan konservasi bidang kelautan, perikanan dan pertambangan, serta pengembangan dan alih teknologi di bidang kedokteran khususnya di bidang Pelayanan dan  Bedah Jantung.

Beberapa agenda yang akan dikerjasamakan diantaranya pendidikan akademik dalam program-program gelar Universitas, pelatihan jangka pendek oleh dosen dan peneliti Universitas, pendaftaran mahasiswa Sulawesi Tenggara pada program tingkat sarjana dan/atau pasca sarjana, konsultasi dan lokakarya penyuluhan, serta pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia bidang.

Sebagai apresiasi, Kendari akan mendapat kunjungan balasan pada November mendatang.

Ketiga, dalam kunjungan ke Washington DC untuk memenuhi undangan World Bank,  Pemprov Sulawesi Tenggara diberi kesempatan mempresentasekan potensi perikanan yang dimiliki World Bank, dan mendapat respon yang sangat positif.  (Hengky)