Sambut Kabinet, IHSG dan Rupiah Terus Menguat

• Tuesday, 22 Oct 2019 - 11:31 WIB

JAKARTA - Kebersediaan Sri Mulyani Indrawati untuk kembali menjabat Menteri Keuangan di Kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin disambut baik di pasar. Hal ini tercermin dari semakin menguatnya IHSG dan nilai tukar rupiah.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (22/10/2019), meningkat ke level 6.203,02 atau bertambah 4,03 poin setara 0,06% pada pukul 10.21 WIB.

Awal perdagangan, IHSG dibuka memperpanjang keuntungan, dengan naik 8,5 poin atau 0,14% ke level 6.207,49. Dengan kenaikan ini, IHSG sudah strike tujuh hari berturut-turut.
 

Baca Juga:



Sementara itu, lima indeks sektoral terpantau menguat berbanding lima sektor saham lainnya yang melemah. Penguatan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur +0,50%, industri dasar +0,37%, melawan sektor aneka industri yang turun -0,35%.

Dari 530 saham yang diperdagangkan, 196 menguat, 161 stabil, dan 173 melemah. Nilai transaksi saham mencapai Rp2,50 triliun dari 7,88 miliar unit saham. Transaksi bersih asing -Rp52,09 miliar dengan aksi jual asing Rp437,35 miliar berbanding aksi beli asing Rp385,26 miliar.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa ini, terus perkasa. Data Bloomberg mencatat mata uang kecintaan kita menguat 33 poin atau 0,23% ke level Rp14.047 per USD.

Awal dagang, rupiah dibuka memperpanjang keuntungan 9 poin menjadi Rp14.071 per USD, dibandingkan penutupan Senin kemarin yang berada di Rp14.080 per USD.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah pada hari ini terapresiasi 35 poin atau 0,24% menjadi Rp14.035 per USD, dibandingkan sesi Senin kemarin di posisi Rp14.070 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah di Rp14.058, menguat 74 poin dibandingkan posisi Rp14.132 per USD pada Senin lalu.

Euforia menyambut Kabinet terutama menteri di bidang ekonomi, membuat rupiah terus menguat mengabaikan dolar AS yang mulai pulih.

Melansir dari Reuters, Selasa (22/10), dolar AS mendapat dukungan dari kemajuan pembicaraan dagang Amerika Serikat dengan China. Penasihat Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan pemberlakuan tarif untuk China yang dijadwalkan bulan Desember bisa jadi dibatalkan seiring kemajuan pembicaraan.

"Upaya kedua negara (AS dan China) untuk melakukan negosiasi meski lama diterima dengan baik oleh pasar," ujar Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, Australia.

Kondisi ini membuat dolar AS stabil terhadap mata uang uta,a di perdagangan Asia, dengan berada di level 97,304.

(SUmber :Sindonews.com)