Kembali Dipercaya Jadi Menteri, Begini Sepak Terjang Basuki Hadimuljono

Rully Ramli • Tuesday, 22 Oct 2019 - 18:07 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Foto: Ant)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mempercayakan Basuki Hadimuljono sebagai salah satu menterinya. Dia kemungkinan akan meneruskan jabatan sebagai 'Jenderal Infrastruktur' untuk mengawal proyek-proyek strategis pemerintah. 

Lahir di Solo pada 1954, Basuki sejak awal mengawali karier sebagai birokrat di PUPR yang saat itu masih bernama PU. Pada tahun 1980-an, Basuki muda terlibat dalam berbagai proyek di PU hingga diamanahi sebagai pimpinan proyek (pimpro) pengelolaan sungai Ciliwung-Cisadane pada 2000.

Sejak saat itu, karier Basuki kian moncer hingga menjadi pejabat eselon. Sejumlah posisi diembannya seperti Dirjen Sumber Daya Air (2003-2005), Kepala Balitbang PU (2005-2007), Irjen PU (2007-2013), dan Dirjen Penataan Ruang (2013-2014). 

Saat terpilih menjadi presiden pada 2014 silam, Jokowi menggabungkan nomenklatur kementerian PU dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menjadi PUPR. Basuki yang saat itu menjabat sebagai eselon di PU ditunjuk sebagai Menteri PUPR

Selain sama-sama berasal dari Solo, Basuki juga doyan blusukan seperti Jokowi. Dia sering meninjau proyek infrastruktur untuk memastikan bisa selesai tepat waktu. Dia tak segan untuk urun ke lapangan dan panas-panasan layaknya mandor.

Hasilnya, proyek infrastruktur yang kerap mangkrak pada masa-masa sebelumnya bisa selesai di bawah komando Basuki. Hingga akhir tahun ini misalnya, panjang jalan tol yang dibangun dalam lima tahun terakhir mencapai 1.500 kilometer.

Selain jalan tol, banyak infrastruktur yang dibangun Kementerian PUPR sepanjang 2014-2019. Di antaranya jalan nasional, bendungan, rumah untuk MBR, hingga venue-venue olahraga.

Di sela-sela pekerjaannya, pria yang akrab disapa Bas ini juga memiliki segudang talenta. Dia dikenal mahir menabuh drum, memotret, hingga modifikasi motor. Keahliannya di bidang musik disalurkannya dengan bergabung ke dalam Elek Yo Band, grup musik yang berisi para menteri Jokowi.

Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini tidak terlalu mahir dalam berbahasa Inggris. Selain itu, dia juga menjadi satu-satunya menteri yang masih menggunakan ponsel lama, sehingga tidak bisa komunikasi terkini seperti WhatsApp.

Pendidikan:

- S1 Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (1979)
- S2 Teknik Sipil Colorado State University AS (1989)
- S3 Teknik Sipil Colorado State University AS (1992)
- Program Profesi Keinsinyuran ITB (2019)

Karier:

- Pimpinan Proyek Induk Pengelolaan Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (2000-2001)
- Direktur Wilayah Tengah Kementerian PU (2001-2002)
- Kabiro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri PU (2002-2003)
- Dirjen Sumber Daya Air PU(2003-2005)
- Kepala Balitbang PU (2005-2007)
- Irjen PU (2007-2013)
- Dirjen Penataan Ruang PU (2013-2014)
- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2014-sekarang)