Komitmen DANA untuk Pemuda Indonesia

• Monday, 28 Oct 2019 - 20:55 WIB

Jakarta - Dalam pidato pelantikan 20 Oktober 2019, Presiden Jokowi menyatakan, "Pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kita, membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita."

Prioritas terhadap SDM juga ditunjukkan perusahaan startup dompet digital DANA, bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda, Senin, 28 Oktober 2019.  

Budaya nontunai dibangun oleh tim DANA, yang terdiri talenta-talenta lokal dengan kompetensi global. Mereka disebut DANAm8s (Baca: Dana Mates, sahabat Dana). Mayoritas DANAm8s adalah Generasi Internet of Things, 84% di antaranya adalah Gen Y atau Generasi Millenial, dan 10% adalah Gen Z. 

CEO dan salah satu pendiri DANA Vincent Iswara mengatakan, “Peringatan Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa komitmen para pemuda Indonesia yang memiliki latar belakang berbeda-beda untuk menjadi satu Indonesia, menjadi inspirasi bagi DANA dan para DANAm8s untuk bersatu dan bersinergi menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik dan maju."

Melalui kompetensi di bidang teknologi yang dimiliki,  mereka mengembangkan dompet digital DANA sebagai solusi bertransaksi digital yang mudah, nyaman, dan terjamin keamanannya bagi masyarakat, sekaligus untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan masyarakat luas di seluruh penjuru Tanah Air.

Vincent menegaskan, talenta ‘lokal berkompetensi global’ adalah identitas DANA yang senantiasa dibanggakan. Ia mengungkapkan, misi DANA sebagai perusahaan teknologi untuk finansial adalah mewujudkan masyarakat Indonesia tanpa tunai melalui teknologi dompet digital DANA yang terjamin 100% keamanannya. Untuk merealisasikan teknologi finansial tersebut, maka perlu pemahaman mendalam tentang tantangan-tantangan terkait budaya dan kearifan lokal, serta dukungan dan penguasaan teknologi terdepan. 

“Kami serius dalam merekrut dan memberdayakan talenta-talenta lokal, karena sebagai orang Indonesia DANAm8s sangat paham akan tantangan dan kendala lokal. Dengan kompetensinya, mereka memiliki kapasitas mumpuni untuk menciptakan inovasi-inovasi berbasis teknologi yang aman dan terdepan pada dompet digital DANA sebagai solusi agar Indonesia semakin kompetitif. Itu pula yang membuat DANA berani merilis program DANA PROTECTION untuk menjamin 100% keamanan dana pengguna di dompet digital DANA,” kata Vincent.

Melalui Program DANA PROTECTION yang diperkuat teknologi keamanan yang canggih, DANA memberikan jaminan proteksi 100% atas semua dana pengguna yang tersimpan di dalam aplikasi dompet digital DANA. Pengguna tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dananya yang tersedia di Saldo DANA, atau yang tersedia di Kartu Debit maupun Kartu Kredit yang mereka simpan di dalam aplikasi dompet digital DANA. DANA memberikan garansi uang kembali jika terjadi kehilangan uang yang disebabkan oleh gangguan atau permasalahan pada saat transaksi.

Vincent menambahkan, DANAm8s juga telah menjadikan dompet digital DANA sebagai mitra tepercaya yang siap bersinergi dengan institusi-institusi keuangan seperti bank, asuransi, dan lembaga pembiayaan, serta matarantai ekosistem ekonomi digital keseluruhan, termasuk e-commerce, penyedia jasa layanan logistik, hingga UMKM dari berbagai jenis usaha. 

Jadi kunci meningkatnya penetrasi dompet digital DANA ke segmen masyarakat tradisional yang mayoritas masih mengadopsi budaya tunai adalah konsep platform terbuka dan pemahaman DANAm8s terhadap budaya serta kearifan lokal. Kedua hal tersebut, ditambah dengan jaminan keamanan 100%, menjadi kunci untuk mendorong percepatan transformasi budaya bertransaksi, dari tunai ke nontunai secara digital.

Agustina Samara, Chief People Officer DANA, menginformasikan bahwa jumlah talenta-talenta muda Indonesia berkompetensi tinggi dengan berbeda latar belakang bergabung untuk mengembangkan potensi di DANA. “Justru dengan perbedaan latar belakang inilah DANA bisa tumbuh pesat, karena kami fokus dengan misi kami yaitu Indonesia Cashless Society. DANA adalah mini Indonesia,” kata Agustina.

Dibandingkan sejak dompet digital DANA diperkenalkan pertama kali ke publik pada Maret 2018, jumlah DANAm8s telah bertumbuh 300%. 

Saat ini DANA diperkuat oleh lebih dari 500 DANAm8s dengan kelompok usia terbesar di rentang 23—26 tahun. Sebagian besar DANAm8s, yaitu sekitar 54%, bergabung di Divisi Teknologi yang fokus mengembangkan beragam inovasi untuk meningkatkan kapabilitas dompet digital DANA. Pada divisi ini bergabung tim-tim yang kompeten di berbagai bidang teknologi, termasuk di antaranya software engineering, IT security, data engineering, hingga pengembangan user experience (UX). 

“Sebagai perusahaan teknologi lokal di bidang finansial, kami sangat percaya pada kompetensi SDM lokal dan yakin bahwa mereka mampu berkembang hingga memiliki kompetensi global. DANA memberikan kesempatan dan memberdayakan talenta-talenta muda Indonesia agar mampu berkontribusi optimal untuk penguatan kompetensi Indonesia di percaturan dunia, khususnya melalui industri digital,” pungkas Vincent.

Tentang DANA

DANA adalah merek dagang dari PT EDIK, perusahaan rintisan Indonesia yang bergerak di bidang teknologi finansial yang menyediakan infrastruktur pembayaran yang memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan pembayaran dan transaksi secara nontunai dan nonkartu. DANA dibangun dan dikembangkan di Indonesia dengan didukung oleh tenaga kreatif dan programmer Indonesia. Aplikasi DANA tersedia untuk iOS dan Android, serta terintegrasi dengan berbagai merchant dan aplikasi online ternama sebagai solusi pembayaran digital, baik secara online maupun offline.

(*)