Kepak Sayap Industri Halal Rebut Pangsa Pasar Domestik Hingga Mancanegara

• Tuesday, 5 Nov 2019 - 16:26 WIB

Jakarta - Ada yang menarik dalam kurun waktu 3 tahun terakhir di tanah air. "Jualan" yang mengedepankan industri halal, mulai dari properti, pameran busana hingga perbankan, berebut pangsa pasar masyarakat indonesia hingga mancanegara.

Berdasarkan data laporan Global Islamic Economy Summit, belanja wisata halal tercatat turn over 184 miliar dolar AS pada 2017, terutama dari negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) yang jumlahnya relatif sedikit, namun mempunyai rata-rata spending sampai 5.000 dolar AS per kunjungan. Pada 2023 diperkirakan pangsa pasar industry wisata halal akan mencapai 177 triliun dolar AS.

Permintaan akan produk dan jasa halal terus naik, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk beragama muslim setiap tahunnya. Sementara itu permintaan akan produk halal tidak hanya datang dari kalangan muslim, tapi juga kalangan non muslim.

Di medio Agustus hingga awal September 2019, kawasan Senayan riuh rendah bukan untuk menyaksikan even olahraga. Tapi demi mengunjungi dua ajang akbar di Jakarta Convention Center. Pertama, pameran industri halal dan syariah terlengkap : Indonesia Muslim Lifestyle Festival alias Muslim Fest 2019. Di lokasi yang sama juga digelar Islamic Tourism Expo 2019, sebuah pameran umroh haji & wisata halal terbesar dan terlengkap.

Dua ajang akbar itu merupakan salah satu contoh "gaya hidup" yang mengedepankan sisi religius. Mulai dari ajang adi busana muslim, paket umroh, halal food, kajian dari ustad-ustad ternama, hingga laris manisnya buku doa dan wirid, serta "mengobati guna-guna dan sihir" selama pameran digelar

Dalam upaya mendukung "geliat" industri halal, BNI Syariah ikut berperan melalui ajang  Islamic Tourism Expo 2019. Melanjutkan acara serupa tahun lalu, dalam pameran ini ratusan tenant supply chain yang mendukung kegiatan haji umroh membentuk ekosistem halal turut berpartisipasi.

“Bahkan untuk lebih menarik minat pengunjung, kami menggelar aneka doorprize menarik seperti paket wisata halal ke Singapura, Malaysia, Thailand hingga umroh gratis selama pameran” kata Direktur Bisnis Small Medium Enterprise dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati

Project officer muslim life fest 2019 dari PT Lima Armada Utama, agung mengatakan ajang tahun ini lebih menampilkan produk-produk halal dari delapan sektor. Antara lain sekolah berbasis islam, modest fashion, makanan serta wisata halal, properti syariah, kosmetik halal, media halal, dan perusahaan rintisan berbasis syariah.

Sementara itu Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Rachmat Sutarnas Marpaung mengaku sangat optimis dengan pergelaran indonesia muslim lifestyle festival. Terlebih menurut Rachmat, pemerintah saat ini juga berkomitmen membangun pondasi sistem ekonomi syariah melalui masterplan ekonomi syariah indonesia 2019-2024.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menitikberatkan rencana kerja dalam mendorong Indonesia menjadi pengekspor produk halal. Menurut Ma’ruf, dengan undang-undang Jaminan Produk Halal yang telah disahkan, maka Indonesia memiliki peluang menjadi negara produsen produk halal.

"Indonesia ini (jangan) hanya menjadi tukang memberi sertifikat halal dan juga jangan menjadi konsumen halal tapi bagaimana menjadi produsen halal. Karena itu pengembangan industri halal akan kita dorong," kata Ma'ruf Amin di kantor Wakil Presiden di Jakarta, Kamis (24/10).

Halal dan industri halal, bukan lagi sekadar urusan agama, melainkan telah menjadi "gaya hidup kaum milenial", yang selama ini menjadi salah satu pangsa pasar belanja terbesar di tanah air hingga mancanegara.

Penulis: Arief Sinaga