Gandeng Jurnalis, Bursa Efek Indonesia Perwakilan Jatim Sosialisasikan Perusahaan Go Public

• Thursday, 7 Nov 2019 - 10:20 WIB

Surabaya - Bursa Efek Indonesia perwakilan Jawa Timur mengenalkan perusahaan-perusahaan yang telah Go Public, kepada para Jurnalis di Surabaya. Kepala Perwakilan BEI Wilayah Jawa Timur Dewi Sriana Rihantyasni mengatakan, kegiatan sosialiasi perusahaan yang telah Go Public dengan menggandeng jurnalis adalah bagian dari upaya edukasi masyarakat, khususnya para pengusaha agar tidak alergi dengan Go Public. 

"Sebenarnya banyak perusahaan di Jatim yang masih belum mau melakukan IPO (Initial Public Offering) atau penjualan saham perdana untuk Go Public dengan berbagai alasan. Nah dengan melibatkan media, kami berharap ada  edukasi terhadap pengusaha agar tidak alergi terhadap Go Public," ujar Dewi Srihana. Saat ini perusahaan di Jawa Timur yang sudah tercatat di BEI mencapai 38 perusahaan atau sekitar 6,3 persen dari sekitar 656 perusahaan, dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp.7159 triliun. 

"Sejauh ini masih 38 perusahaan dari Jatim yang melantai di BEI. Sementara di tahun ini ada 3 lagi perusahaan dari Jatim yang mencatatkan sahamnya di lantai bursa, yaitu PT. Darmi Bersaudara Tbk, PT Indonesia Tobacco Tbk, dan PT Optima Prima Metal Tbk. Tahun depan kita berharaap akan banyak lagi perusahaan dari Jawa Timur yang Go Public," lanjut Ana. 

Sementara itu terkait tpertumbuhan investor di pasar saham Jawa Timur, Dewi Sriana menyampaikan ada pertumbuhan yang cukup signifikan, yaitu sekitar 30 persen dengan nilai kapitalisasi mencapai 196 triliun. 

"Investor yang masuk di Lantai Bursa Jawa Timur  tahun ini mencapai 25 ribu dan sebagian besar dari Surabaya," lanjut Dewi Sriana.  Hal lain yang cukup menggembirakan adalah geliat pasar saham syariah. Dewi menandaskan sektor ini juga tumbuh di Jawa Timur dan berharap tahun-tahun selanjutnya akan makin meningkat. "Untuk pasar saham syariah juga menjanjikan dan kelompok usaha di basis pesantren menjadi investor yang potensial di pasar saham sektor baru tersebut " pungkas wanita yang akrab di panggil Mbak Ana. (Hermawan)