Erdogan: Pasukan Turki Tangkap Istri Abu Bakar Al Baghdadi

Anton Suhartono • Thursday, 7 Nov 2019 - 14:18 WIB

ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdoganmengumumkan penangkapan istri mantan pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. Hal ini disampaikan 2 hari setelah pasukan Turki menangkap kakak perempuan Al Baghdadi beserta suami dan adik iparnya dalam penggerebakan di Kota Azaz, Suriah.

Menurut Erdogan, dalam penangkapan terbaru ini pasukan Turki juga membawa beberapa anggota keluarga Al Baghdadi, namun tak dijelaskan secara terperinci.

Al Baghdadi dilaporkan memiliki empat istri. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, dua istri Al Baghdadi tewas dalam serangan pasukan elite di Idlib, Suriah, pada 26 Oktober 2019.

"Ada dua perempuan, keduanya istri, mengenakan rompi. Mereka tidak pernah meledakkan (rompi), tapi sudah mati," kata Trump, saat mengumumkan tewasnya Al Baghdadi di Gedung Putih, saat itu.

Sementara itu, kabar penangkapan istri Al Baghdadi disampaikan Erdogan saat berpidato di Fakultas Studi Islam Universitas Ankara, Rabu (6/11/2019). Dia juga membandingkan pengumuman yang dilakukan Presiden AS Donald Trump terkait tewasnya Al Baghdadi.

"Seperti yang Anda ketahui, Al Baghdadi bunuh diri di terowongan," kata Erdogan, seperti dilaporkan The New York Times.

"AS melakukan kampanye komunikasi yang serius (soal Al Baghdadi). Kami juga telah menangkap istri Al Baghdadi, tapi kami tidak mempermasalahkannya. Saya mengumumkannya di sini untuk pertama kali. Demikian juga kami telah menangkap kakak perempuan dan saudara iparnya,” kata Erdogan, memaparkan.

Erdogan tidak mengungkap identitas istri dan detail mengenai penangkapannya.

Sejauh ini tidak jelas mengenai keberadaan sisa istri Al Baghdadi. Para pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan ada tiga perempuan yang tewas dalam serangan di Idlib, namun tak mengonformasi bahwa di antara mereka adalah istri Al Baghdadi, sebagaimana disampaikan Trump.

Al Baghdadi tampaknya bergantung kepada anggota keluarga dekat untuk menjaga kerahasiaan dan keamanannya setelah kekhalifahan yang diproklamirkannya di Irak dan Suriah dikalahkan.

Sementara itu seorang istri Al Baghdadi ditangkap oleh Badan Intelijen Nasional Irak pada awal tahun ini.

Operasi itu membantu pejabat Irak dan AS menentukan posisi Al Baghdadi di Suriah sampai digelarnya operasi yang kematiannya.

Sementara itu seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan dia bisa mengonfirmasi laporan Erdogan bahwa istri Al Baghdadi, kakak perempuan, dan beberapa anggota keluarga lainnya telah ditangkap.

Pejabat itu juga mengaku tahu mengetahui pemimpin ISIS yang baru Abu Ibrahim Al Hashimi Al Qureishi. Ini berbeda dengan pernyataan Trump sebelumnya bahwa pemerintah AS mengetahui persis siapa Al Hashimi.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa Al Hashimi tampaknya bukan siapa-siapa dan berdasarkan bukti yang sedikit tentang sosok itu, AS tidak terkesan dengan sosok itu.