Padmamitra+ Awards 2019 DKI Jakarta

Mayzka Da Reisa • Friday, 8 Nov 2019 - 11:10 WIB

Jakarta –  Pemenang Padmamitra+ Awards 2019 resmi diumumkan di Balai Agung, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (5/11/2019) dan diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta didampingi oleh Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah M.Sc.

Terdapat 15 kategori penghargaan antara lain Pengentasan Kemiskinan, Pemberdayaan dan Pengentasan Disabilitas, Pemberdayaan dan Pengentasan Keterlantaran, Pendidikan, Pemberdayaan PMKS, Ketunaan Sosial, dan Penyimpangan Perilaku, Penanggulangan Bencana dan Penanggulangan Korban, Pemberdayaan dan Pengentasan Korban Tindak Kekerasan, Diskriminasi dan Eksploitasi, Program Sosial yang memberikan Dampak yang Berkelanjutan, Penyelamatan Keanekaragaman Hayati dan Penyelamatan Lingkungan, Penyelesaian Stunting, Keberlanjutan di dalam Rantai Nilai Organisasi, Inovasi Sosial, Inovasi Digital, Kontribusi di dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Kemitraan untuk Keberlanjutan.

Padmamitra+ 2019 diikuti oleh 60 peserta perusahaan dan organisasi yang melaksanakan praktek terbaik kegiatan CSR bidang Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan.  Penghargaan Padmamitra+ merupakan apresiasi tertinggi dari pemerintah, dalam hal ini diwakili oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku Stakeholder kepada Dunia Usaha, Yayasan dan Organisasi Masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Padmamitra+ Awards 2019. Dirinya berharap penghargaan ini menjadi langkah awal kerja sama antara Perusahaan, organisasi dan Pemprov DKI Jakarta untuk membangun Jakarta yang lebih baik lagi.

“Kepada Badan Usaha dan Non Badan Usaha yang telah berhasil mendapatkan penghargaan saya ucapkan terima kasih, semoga tidak berhenti sampai disini saja, Bersama Forum CSR DKI Jakarta kita akan terus berkolaborasi dan sinergisasi agar DKI Jakarta Maju Kotanya dan Bahagia Warganya,” ujar Anies.

Proses penjurian dilakukan mulai dari 20 September 2019 hingga 18 Oktober 2019 dan terbagi menjadi dua tahapan yakni seleksi dokumen dan seleksi wawancara. Adapun Dewan Juri yang dilibatkan yakni Irmansyah M.Sc, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.d,  Dr. Maria Nindita Radyati,. Ph.d, Ir. Amalia Yunita., MM (Sustainability) dan Mery Yanuarita., MM (Sustainability).

Pada tahapan seleksi dokumen, para peserta mendaftar dan mengirimkan formulir keikutsertaan Padmamitra+ Awards beserta dokumen pendukungnya. Dewan juri melakukan penilaian awal terhadap program yang diajukan berdasarkan data serta bukti kegiatan yang dikirimkan oleh peserta. Dalam tahapan ini tersaring 30 peserta yang berhak maju ke tahapan penjurian kedua yakni wawancara.

Tahapan wawancara berlangsung pada 17-18 Oktober 2019 bertempat di Museum Gedong Joang ’45. Sebanyak 30 Peserta yang terdiri dari 10 Organisasi atau Yayasan dan 20 Perusahaan ambil bagian. Pada tahapan ini, masing-masing peserta memaparkan pelaksanaan kegiatan CSR-nya.

Dewan Juri Dr. Maria Nindita Radyati,. Ph.d menjelaskan, “Secara keseluruhan dewan juri tidak hanya menilai berdasarkan materi dan konten presentasi saja namun juga cara peserta membawakan presentasinya. Bobot penilaian terdiri dari 50% penilaian dokumen dan 50% penilaian wawancara” ujarnya.  

Manajer Komunikasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rika Lestari yang meraih Padmamitra+ Awards 2019 untuk kategori Keberlanjutan didalam Rantai Nilai Organisasi menyambut positif penghargaan ini. Menurutnya, Padmamitra+ Awards 2019 menjadi acuan yang sangat efektif untuk menilai kinerja program CSR perusahaan. 

"Terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan kepada kami. Tentunya penghargaan ini menjadi salah satu bukti keseriusan kami di PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk untuk melaksanakan kegiatan CSR. Tidak hanya mewujudkan kewajiban saja, namun juga tanggung jawab moril perusahaan kepada masyarakat,” ujar Rika Lestari.

Sementara Ketua Forum CSR DKI Jakarta, Mahir Bayasut berharap melalui penyelenggaraan Padmamitra+ Awards 2019, kegiatan CSR dapat lebih merata sehingga para perusahaan atau organisasi memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat.   

“Semoga Padmamitra+ Awards 2019 ini mampu menjadi tolok ukur bagi perusahaan/organisasi lain untuk lebih meningkatkan kegiatan CSRnya dan membantu masyarakat untuk lebih sejahtera di wilayah operasinya dan terutama di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, para perusahaan juga semakin meningkatkan komunikasi terhadap kegiatannya agar masyarakat luas lebih mengenal tidak hanya instansinya namun juga kegiatan-kegiatannya,” katanya.

Sebagai bentuk tidak lanjut nyata dari Padmamitra+ Awards 2019, ke depannya Forum CSR DKI Jakarta akan mengadakan pertemuan melibatkan peserta baik perusahaan maupun organisasi untuk berkolaborasi dan menyelaraskan kegiatan CSR dengan kegiatan strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar pelaksanaannya lebih strategis, tepat sasaran dan tepat guna.

 

List pemenang Padmamitra+ Awards 2019 :

 

Tentang Forum CSR DKI Jakarta

Forum CSR DKI Jakarta, merupakan organisasi profesi yang juga menjadi mitra strategis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta dunia usaha yang dibentuk sebagai sebuah forum dalam rangka meningkatkan kepedulian, kemampuan, dan tanggung jawab dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial secara melembaga, berkelanjutan, efektif, dan masif.

Forum CSR DKI Jakarta menjalankan amanah undang-undang antara lain : Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 112 tahun 2013 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Dunia Usaha, Permensos No. 6 tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial Badan Usaha dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, Peraturan Pemerintah Nomor 59 tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta POJK 51 tahun 2017 tentang penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi LJK, Emiten dan Perusahaan Publik.

Visi Forum CSR DKI Jakarta adalah mewujudkan sinergitas peran dan tanggung jawab sosial organisasi (dunia usaha, lembaga kesejahteraan sosial, perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah dan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat) dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang berkeadilan sebagai upaya percepatan pencapaian tujuan pembangunan daerah dan tujuan pembangunan berkelanjutan.