Ketika di Laut, AS Jaya dalam Midway

M. Karamoy • Friday, 8 Nov 2019 - 14:45 WIB

Genre: Action & Adventure, Drama
Sutradara: Roland Emmerich (Independence Day)
Penulis: Wes Tooke
Pemeran: Ed Skrein, Patrick Wilson, Luke Evans, Aaron Eckhart, Nick Jonas, Mandy Moore, Dennis Quaid, Woody Harrelson.
Distributor: Lionsgate
Durasi: 2 jam 18 menit
Mulai tayang di bioskop XXI: 8 November 2019


Serangan dadakan pesawat-pesawat tempur Kekaisaran Jepang ke pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor - Hawaii, pada Minggu pagi 7 Desember 1941, dilakukan saat AS masih dalam posisi netral dalam Perang Dunia II. Peristiwa tersebut merombak strategi Navy (Angkatan Laut AS) dan menyulut peperangan serta aksi balasan di Pasifik, termasuk area kepulauan Midway.

Dalam film "Midway", pengeboman di Pearl Harbor disebut sebagai bentuk kegagalan terbesar kerja intelijen dalam sejarah Amerika Serikat. Pernyataan itu diungkapkan Mayor Layton, agen mata-mata di Angkatan Laut AS, yang sudah bertahun-tahun 'dekat' dengan pejabat militer Jepang.  

Sementara bagi prajurit di kapal-kapal induk, insiden di Pearl Harbor mengejutkan sekaligus membangkitkan semangat membalas kekalahan. Tak hanya kehilangan kerabat atau teman seperjuangan, peristiwa di Pearl Harbor pun memicu kemarahan prajurit AS, khususnya para penerbang AL.

 

Masalahnya, perang Pasifik berlangsung di samudera lepas, yang sudah lama dikuasai Jepang, sehingga diperlukan ketepatan strategi waktu maupun kekuatan armada. Upaya mengantisipasi langkah musuh, dengan penyerangan terlebih dahulu itu, menjadi sentral cerita "Midway".

Diceritakan dalam beberapa sudut pandang, "Midway" menceritakan mulai dari upaya pemecahan sandi, menentukan serangan balasan, sampai yang paling dominan, kegigihan para pilot tempur dalam mengebom kapal induk lawan. 

Hasilnya, pertempuran di Midway menjadi bentrokan antara armada AS dan Kekaisaran Jepang, yang menandai titik balik penting di kawasan Pasifik selama Perang Dunia II. 

Midway menjadi kemenangan telak pertama Sekutu melawan Jepang yang sebelumnya tidak terkalahkan. Sebaliknya, beberapa kapal perang Jepang rusak fatal bahkan tenggelam, atau ditenggelamkan. Jumlah pilot handal Jepang juga berkurang drastis, sehingga daya serang menurun. 

Dengan audio visual detail, "Midway" menggambarkan kejadian nyata secara heroik. Penonton akan diajak mengikuti tahap-tahap perang secara seru serta menegangkan, namun tetap humanis, aman bagi 13 tahun ke atas. Selain itu, para pemeran yang sudah familiar di layar lebar, turut menghadirkan ketabahan, keberanian, dan naluri para pahlawan perang. 

Kalau pun belum pernah mendengar tentang sejarah Midway, Anda tetap dapat memahami dan bahkan makin penasaran dengan peristiwa setelah Pearl Harbor, meski tetap berbalut fiksi, tanpa bumbu-bumbu cinta yang tak perlu.

(MAR)