Pemprov DKI Siapkan 3 Strategi Jitu Kurangi Sampah Rumahan

Diaz Abraham • Monday, 11 Nov 2019 - 12:13 WIB
Pemprov DKI punya strategi khusus untuk mengurangi sampah rumahan. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA - Gerakan Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama) menjadi terobosan terbaru Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menekan volume sampah. Gerakan ini mendorong warga untuk bijak dalam melakukan konsumsi makanan hingga mampu memanfaatkan barang bekas di rumah, agar bisa digunakan kembali maupun didaur ulang.

Setidaknya, Pemprov DKI memiliki tiga strategi dasar untuk mengurangi sampah rumahan, yakni pertama, Strategi Pintu Depan (pra-konsumsi). Pada bagian ini, masyarakat diajak untuk merencanakan, mengurangi, menghindari, dan mencari alternatif produk agar sisa konsumsinya tidak menjadi sampah.

Tahap kedua adalah Strategi Pintu Tengah (saat konsumsi–produksi), pada bagian ini warga Jakarta diharapkan dapat menggunakan ulang bahan maupun barang, serta memproduksi ataupun mengonsumsi secara cermat agar tidak menghasilkan sisa. Strategi terakhir, yaitu Pintu Belakang (pasca konsumsi–produksi), masyarakat diajak untuk mendaur ulang barang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Andono Warih mengungkapkan, bila ketiga strategi ini dijalankan secara optimal, maka volume sampah akan berkurang dalam beberapa tahun mendatang. Dia menambahkan, cara paling mudah dalam mengurangi sampah dari rumah ialah menghabiskan makanan.

"Pengurangan sampah dari sumber sampah dimulai dari rumah tangga. Ketika kita bijak mengosumsi sejak dari rumah, maka pengurangan sampah akan efektif. Contoh mudahnya, jika setiap anggota keluarga menghabiskan makannya, tentu tidak ada yang menjadi sampah," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Berkurangnya volume sampah akan berakibat baik bagi warga karena lingkungan akan bersih dan indah. Selain itu, sampah yang harus diolah oleh Pemprov DKI di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang, sehingga menekan biaya penanganan sampah, lalu anggaran sisa tersebut dapat dialokasikan untuk program lainnya.

"Strategi pengurangan sampah ini yang kita kembangkan dengan berkolaborasi bersama masyarakat. Sehingga sampah yang dihasilkan berkurang dan minim harus diangkut ke TPA untuk diolah. Akibatnya, pembiayaan penanganan sampah juga akan makin efisien," katanya. 

(Sumber: iNews)