BKD Jatim Tegaskan Tidak Ada Prioritas Bagi Relawan Khofifah Dalam Rekrutmen CPNS

• Tuesday, 12 Nov 2019 - 12:51 WIB

Surabaya - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, Anom Surahmo menegaskan tidak ada prioritas bagi siapapun yang akan ikut seleksi CPNS, termasuk kepada kelompok relawan pendukung Khofifah dan Emil dalam Pilgub Jatim yang lalu.

Pernyataan Anom Surahmo itu menjadi jawaban dari kabar yang selama ini berhembus, dimana sebagai bentuk balas budi, Khofifah yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jatim akan membantu para relawannya menjadi PNS di lingkungan Pemprov Jatim melalui rekrutmen tahun ini.

"Tidak ada prioritas dari apapun, termasuk para relawan Pilgub. Semua melalui prosedur online dan test melalui Sistem CAT (Computer Assisted Test), yang terbuka dan transparan," ujar mantan Kepala Biro Humas dan Protokol tersebut. Anom juga mengingatkan masyarakat jangan mudah tergoda bujuk rayu, yang mengatasnamakan Gubernur Jatim.

"Jangan percaya calo dan orang yang mengaku sebagai tangan kanan atau orang kepercayaan gubernur atau wakil gubernur. Semua pendaftaran dilakukan secara mandiri dan melalui web yang telah disiapkan Pansel nasional," ungkap Anom Surahmo.

Kabar adanya jatah khusus bagi relawan Khofifah - Emil muncul seiring dengan dibukanya pendaftaran CPNS 2019. Menurut beberapa relawan, mereka diminta mengumpulkan berkas untuk mendaftar. Selain itu juga surat keterangan menjadi relawan dari masing masing pimpinan relawan. Edi, salah satu relawan asal Surabaya mengatakan, dirinya ditelepon orang yang mengaku orang dekat Gubernur dan akan membantu menjadikannya sebagai PNS.

"Kemarin mas, setelah ada pengumuman pendaftaran CPNS, saya mendapatkan telepon dari orang yang mengaku sebagai utusan khusus gubernur dan meminta saya menyiapkan semua berkas dan surat keterangan sebagai relawan yang ikut memenangkan pasangan Khofifah - Emil, untuk didaftarkan lewat jalur khusus menjadi PNS," ujar Edi. 

Tahun ini dalam penerimaan CPNS, Pemprov Jatim mendapatkan Alokasi formasi CPNS dari KemenPAN- RB sebanyak 1.817. Dengan rincian tenaga pendidik atau guru 1.133, tenaga kesehatan 322, dan tenaga teknis sebanyak 362. Kemudian ada formasi khusus yang disiapkan untuk penyandang disabilitas dan cumlaude, masing-masing 36 formasi. Kepala BKD Jatim Anom Surahmo juga menambahkan bahwa pihaknya akan ikut mengawal proses seleksi CPNS hingga selesai.

"Kami ingin seleksi CPNS Pemprov Jatim tahun ini bisa mendapatkan ASN yang memiliki kualitas, kompetensi dan integtitas yang tinggi, demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Jawa Timur " pungkas Anom Surahmo. (hermawan)