Kepala BKD Jatim Ingatkan Pendaftar CPNS Tidak Percaya Calo dan Joki

• Wednesday, 13 Nov 2019 - 16:03 WIB

Surabaya - Kepala BKD Jawa Timur, Anom Surahmo, kembali meminta masyarakat untuk tidak percaya pada calo yang menjanjikan bisa memasukan menjadi PNS dalam proses rekrutmen yang berlangsung tahun ini. Menurut mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim tersebut, proses rekrutmen berlangsung dengan sistem online, demikian juga untuk testnya menggunakan sistem computer assisted test (CAT), sehingga tidak memungkinkan adanya joki atau melibatkan calo untuk meloloskan, karena parameternya dan standart penilaian berdasarkan sistem IT.

"Jangan percaya pada joki, atau calo yang bisa meloloskan menjadi PNS. Bohong itu, karena semua tahapan dilakukan secara online. Termasuk ada swafoto saat akhir mengisi dokumen, sehingga tidak ada celah untuk joki atau calo," ujar Anom Surahmo.

Meski baru beberapa hari dibuka pendaftaran, ulah nakal para calo sudah terlihat. Setidaknya menurut Anom sudah masuk laporan adanya calo yang diamankan, yaitu di Kediri dan Tulungagung. Mereka bisa beraksi karena sebagian masyarakat masih menganggap rekrutmen PNS bisa dilakukan dengan cara membayar dan menitipkan pada orang yang punya jabatan.

"Sudah ada yang diamankan di Kediri dan Tulungangung. Motifnya dengan menjanjikan lolos test dan menjadi PNS," ujar Anom. Ia berharap masyarakat semakin cerdas dan bisa berpikir secara logis bahwa proses rekrutmen dengan sistem online tidak lagi bisa disusupi calo atau Joki.

Proses rekrutmen CPNS tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya di mana standart nilainya agak diturunkan, sehingga memungkinkan animo pendaftar lebih banyak. Diperkirakan pendaftaran yang berlangsung mulai tanggal 11 november dan berakhir di 25 nopember 2019 ini akan diikuti sekitar 80 ribu pendaftar. Jumlah ini jauh melampaui pendaftar pada tahun sebelumnya yang mencapai 60 ribu pendaftar.

"Dengan standart nilai yang agak diturunkan dan kelonggaran yang lain, perkiraan saya pendaftar bisa mencapai 80 ribu peserta," ujar pejabat yang mengawali karier sebagai jurnalis tersebut. Pemprov Jatim untuk tahun ini mendapatkan kuota CPNS sebanyak 1.817 dengan formasi terbanyak untuk guru dan dokter.

"Kuota ini akan banyak didominasi oleh tenaga pengajar untuk SMU dan sederajad, juga SLB," tutup Anom (hermawan)