Segmen Lifestyle Bukit Uluwati Berikan Kontribusi Terbesar

• Wednesday, 13 Nov 2019 - 22:23 WIB

JAKARTA - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) proyeksikan segmen bisnis lifestyle akan memberi kontribusi terbesar bagi pendapatan perseroan. Seiring cepatnya pertumbuhan dari sektor tersebut.

Menilik laporan keuangan perseroan, hingga kuartal III segmen bisnis lifestyle mencatatkan pendapatan Rp 229,57 miliar atau tumbuh 65,98% dari periode yang sama tahun lalu Rp 138,31 miliar. Sejauh ini, BUVA bermain di segmen pasar luxury.

Sedangkan, dari segmen bisnis perhotelan tercatat sebesar Rp 220,87 miliar. Raihan tersebut tumbuh 2,82% dari periode yang sama tahun lalu Rp 214,8 miliar.

"Sehingga kami proyeksikan hingga tutup tahun lifestyle akan berkontribusi 55% dan 45% dari hotel dan bahkan di tahun depan proyeksi kami lifestyle kontribusinya mencapai 60%," tegas Henry Utomo, Direktur Bukit Uluwatu Villa di Jakarta, Selasa (12/11).

Dari sana, hingga kuartal III tercatat pendapatan BUVA tercatat Rp 450,44 miliar atau tumbuh 27,02% dari periode yang sama tahun lalu Rp 354,6 miliar. Sayangnya, pertumbuhan pendapatan tak diikuti bottom line yang mencatatkan pertumbuhan rugi bersih.

Adapun rugi bersih BUVA hingga kuartal III naik menjadi Rp 46,25 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 41,51 miliar. "Karena Foods n Beverage (FnB) baru beroperasi jadi masih overheat sehingga masih ada kerugian di segmen itu," ujarnya.

Walaupun begitu, hingga akhir tahun nanti pihaknya optimistis mencatatkan pertumbuhan kinerja. Dari sisi pendapatan BUVA membidik Rp 620 miliar. Sedangkan, untuk bottom line tak disebutkan secara gamblang. Hanya saja, ia yakin dapat membukukan rugi bersih yang lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

Untuk mencapai target tersebut, Hendry bilang telah menyiapkan beberapa strategi dengan fokus dengan proyek yang berjalan saja. Selain itu, juga dengan melakukan efisiensi dari sisi operasi dan struktur usaha, serta melakukan perampingan dari sisi financing yang mana dengan menekan tingkat pinjaman yang ada atas proyek berjalan.

"Dengan beberapa proyek sudah mulai beroperasi walaupun belum maksimal kami akan menekan pinjaman dan berupaya untuk menurunkan pinjaman dengan salah satunya peningkatan modal melalui pasar modal," ujarnya

Aksi Korporasi

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk bersiap melakukan aksi korporasi di tahun depan. Adapun dana tersebut nantinya akan digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman dan penyelesaian proyek.

Hendry Utomo, Direktur Bukit Uluwatu Villa Tbk menyebutkan saat ini pihaknya masih memiliki slot untuk melakukan aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement. "Sebesar 10% saham, jadi itu nanti yang bisa direalisasikan," tuturnya.

Menurutnya, saat ini proses untuk aksi korporasi tersebut sedang berlangsung dengan mencari investor yang tepat. Aksi tersebut, kata dia, memiliki batas sampai Juni tahun depan.

Nantinya, dana yang diraihnya akan digunakan untuk penurunan sebagian pinjaman dan sebagian lagi penyelesaian proyek. Dari debt to equity ratio (DER) ia bilang saat ini berada di level 0,7x. 

"Masih di bawah, tapi karena kondisi dunia belum menentu jadi kami lebih baik defensif dulu," lanjutnya.

Akibatnya, pihaknya akan menahan rencana ekspansi untuk proyek-proyek barunya dan fokus untuk menyelesaikan proyek yang sedang berjalan yakni The Cliff dan Alila SCBD. (ANP)