Solar Langka, Organda Surabaya Ancam Mogok Beroperasi

• Thursday, 14 Nov 2019 - 17:39 WIB

Surabaya - Kelangkaan bahan bakar solar mulai terjadi di Jawa Timur. Sejak beberapa hari ini banyak SPBU yang terpaksa menuliskan papan "Solar Habis". Rustam Aji Unit Manager Communication Relation dan CSR Marketing Operation Region (MOR) V Pertamina mengatakan, kelangkaan solar terjadi karena tingginya konsumsi dan melebihi kuota yang diberikan pemerintah untuk tiap wilayah. Kelebihan konsumsi tersebut menurut Rustam Aji sudah mencapai angka di atas 10 persen. 

Madura menjadi wilayah yang paling parah terkait kelangkaan solar hingga mengakibatkan berbagai angkutan yang menggunakan solar berhenti beroperasi, termasuk kapal kapal nelayan. 

"Kalau mau tegas, jika jatah per wilayah habis ya sudah. Tapi Pertamina kan berusaha memahami keadaan. Selain juga solar menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Namun demikian kami tetap berusaha untuk menyalurkan solar,  meski melebihi kuota. Kami akan coba kendalikan dalam penyalurannya," ujar Rustam Aji. 

Khusus untuk Madura, Pertamina akan menambah kuota hingga 20 persen dan mulai berlaku hari ini sampai 3 hari ke depan. Sementara itu Organda Surabaya menilai, kelangkaan solar saat ini sangat merugikan. Jika tidak ada upaya penanganan Organda mengancam akan berhenti beroperasi. Son Haji Ketua Organda Surabaya menyampaikan, di Surabaya ada 4.500 kendaraan angkutan barang yang merasakan dampak kelangkaan solar. 

"Operasi kendaraan barang rata-rata dengan solar, meski ada yang menggunakan premium. Jika kemudian langka seperti saat ini ya kami bisa merugi. Lebih baik kami mogok saja," ujar Son Haji. Organda sebenarnya telah melaporkan kepada Gubernur, dan dijanjikan gubernur secepatnya dilaporkan kepada pemerintah pusat, agar ada penambahan kuota. Sayangnya sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat.

"Kita sudah melapor ke Gubernur dan dijanjikan disampaikan ke pemerintah pusat. La ini sudah 3 hari kok tidak ada kabar lagi terkait kelangkaan solar," ujar Son Haji. Jika dalam 3 hari ke depan tidak ada perubahan keadaan, menurut Son Haji Organda dipastikan mogok beroperasi. (Hermawan)