Akhirnya Aqila dan Azila Dipulangkan Hari Ini

• Friday, 15 Nov 2019 - 16:53 WIB

Kendari - Paska operasi pemisahan di Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya, Aqila dan Azila bayi kembar siam yang mengalami dempet dada dan perut (thoracoabdomino phagus) asal kota Kendari yang dirawat kurang lebih 3  bulan 12 hari, akhirnya jam 16.30 wita, Jumat (15/11/2019) bertolak dari kota Surabaya menggunakan maskapai Lion Air yang diperkirakan tiba pukul 18:30 Wita di kota Kendari.

Kabar bahagia ini disampaikan oleh Sekda Kota Kendari Nahwa Umar melalui sambungan telpon dengan mnctrijaya. Nahwa Umar juga menyampaikan bahwa Walikota Kendari atas nama pemerintah kota Kendari berterimakasih kepada semua pihak yang sudah turut membantu dari proses perawatan sampai pemulangan bayi kembar Aqila dan Azila. Utamanya kepada pihak pemprov Jatim, Pihak RS dr. Soetomo, para dokter, Pemprov Sultra dan masyarakat kota Kendari.

Saat ini kedua bayi kembar bersama kedua orang tuanya dalam perjalanan. Mereka dijemput Pemerintah Kota Kendari yang diwakili, Sekda kota kendari, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, Kadis Dinkes dan dokter spesialis anak.

Meskipun dalam perjalanan pulang, salah satu bayi kembar siam, Azila rupanya masih perlu mendapatkan perhatian khusus karena kondisinya yang tidak normal dibanding kembarannya Aqila. Pasalnya dada Azila harus dipasang plat sebagai pengganti tulang dada yang menghubungkan tulang rusuk Azila.

Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, dr. H Amran Rahman Bakri, mengatakan plat berbentuk setengah lingkaran pada bagian dada menyebabkan Azila tak dapat bergerak bebas dan kedepannya pada usia 8 tahun bakal dilakukan rekontruksi ulang.

Amran mengatakan, kondisi kedua bayi cukup lincah, namun perlu terapi untuk membiasakan berjalan karena selama ini banyak berbaring. Kedepan perlu diperhatikan oleh orang tua bayi agar anaknya jangan sampai posisi tengkurap, khususnya Azila.

Selain dadanya telah dipakaikan plat, bayi Azila memerlukan alat Rectal Tube  nomor 20 untuk mengeluarkan kotorannya karena otot rectus abdominis, otot di perut yang berfungsi pada saat buang air maupun buang angin kondisinya tidak sempurna lagi.

“Sehingga Azila tidak bisa buang air secara normal, maka perlulah dibantu dengan alat rectal tube kalau bisa tiap hari maupun dua hari sekali untuk mengeluarkan kotorannya,” tambahnya.

Amran menerangkan pihak rumah sakit berupaya untuk pengadaan alat tersebut agar dapat membantu Bayi Azila. Di sisi lain dukungan terus datang dari Pemerintah Kota Kendari untuk kesembuhan bayi Aqila dan Azila.
Dan tentunya masih membutuhkan dukungan dan bantuan dari uluran tangan donatur. (Hengky)