Pertamina Pastikan Pasokan Solar di Jawa Timur Kembali Normal

• Monday, 18 Nov 2019 - 08:27 WIB

Surabaya - Pasokan Solar di Jawa Timur sudah kembali normal, setelah sempat langka dan menyebabkan antrian di SPBU. Rustam Aji, Manager  Communication and CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR )V menyampaikan, bahwa sejak minggu kemarin sudah dilakukan penambahan pasokan solar, sehingga sudah tidak lagi terjadi kelangkaan.

"Alhamdulilah, sejak minggu kemarin kita sudah kirim ke berbagai daerah. Rata-rata ada penambahan kuota sampai 20 persen," ujar Rustam Aji  kepada MNC Trijaya Surabaya. Meski masih terjadi antrian, namun Rustam menggaransi bahwa barang ada,  sehingga tidak perlu dipersoalkan jika masih ada antrian. 

"Antri itu biasa, yang penting barangnya ada. Akan jadi masalah jika sudah antri barangnya kosong," tambah Rustam Aji. 

Kelangkaan solar sempat terjadi hampir sepekan di Jawa Timur secara merata. Pertamina MOR V mencatat bahwa kelangkaan dipicu adanya peningkatan jumlah permintaan di atas kuota yang sudah ditetapkan. Pasokan untuk konsumsi solar subsidi di Jatim adalah 175 ribu kiloliter/bulan. Namun saat ini sudah mencapai 215 ribu kiloliter/bulan. 

Rustam Aji menyatakan, kenaikan tersebut dipicu karena mendekati akhir tahun banyak angkutan barang dari berbagai perusahaan yang meningkatkan kapasitas produksi dan distribusinya. Hal ini berdampak dengan peningkatan sarana transportasinya, sehingga terjadi penambahan penggunaan BBM jenis solar. 

"Mendekati akhir tahun, banyak perusahaan yang meningkat produksinya mengejar target dan otomatis menambah armada angkutan barangnya. Nah penggunaan solar jadi meningkat," imbuh Rustam. Selain itu, perilaku masyarakat yang suka menggunakan BBM bersubsidi juga masih banyak. Baik kendaraan plat merah atau kendaraan mahal lainnya menurut Rustam Aji sering terlihat menggunakan solar bersubsidi, meski Pertamina sudah menyiapkan DEX untuk solar non subsidi. 

"Mereka bisa beli mobil mewah tapi kok menggunakan BBM bersubsidi. Harusnya mereka malu, BBM bersubsidi hanya untuk transportasi barang, kendaraan umum, nelayan dan usaha rumah tangga. Sementara yang kendaraan pribadi termasuk plat merah kami himbau tidak menggunakan solar subsidi " ungkap Rustam Aji. Sementara itu terkait dengan pembatasan pembelian di SPBU, Rustam mengatakan bahwa tidak ada instruksi seperti itu. Pembatasan dilakukan berdasarkan kebijakan masing masing SPBU,  semata untuk mempercepat pelayanan dan bukan karena stock yang terbatas. (Hermawan)