Jubir Presiden: Kerja Kabinet Indonesia Maju Harus Cepat dan Berorientasi Hasil Nyata

ANP • Wednesday, 8 Jul 2020 - 11:24 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menekankan bahwa semua pekerjaan dalam pemerintahannya harus cepat dan berorientasi pada hasil nyata, berdampak langsung pada kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

"Tugas kita tidak hanya menjamin sent, tapi delivered. Kerja cepat, kerja keras, kerja produktif. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, semua pihak harus bekerja luar-biasa, bahu membahu, bergotong-royong dalam mengatasi dampak pandemi khususnya di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," kata Presiden Jokowi. 

Sebab itu di masa pandemi Covid-19 ini dibutuhkan respon pemerintah yang cepat dan tepat untuk menjamin kehidupan 267 juta rakyat Indonesia, khususnya warga kurang mampu yang terdampak  untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan sosial. Serta memastikan sektor UMKM beserta para pelaku usaha lainnya bisa tetap bergerak untuk mempertahankan keberlanjutan hidup dan usaha mereka.

Juru Bicara Presiden Fajroel Rachman menjelaskan, Presiden juga menegaskan bahwa semua langkah pemerintah yang cepat dan tepat harus transparan, berbasis data akurat dan akuntabel. Lebih jauh, Presiden mengingatkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp677,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang harus dikelola dengan baik secara efektif dan efisien.

"Kerja cepat, kerja keras dan kerja produktif pemerintahan Joko Widodo di masa pandemi Covid-19 ini adalah untuk menjamin, pertama dana kesehatan harus sampai ke tujuan; kedua dana bantuan sosial harus sampai ke tujuan; dan ketiga dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus sampai ke tujuan (delivered)," tegasnya.

Mensesneg Pratikno (Senin, 6 Juli 2020) kembali menekankan pesan Presiden tersebut, "Selain ekonomi, pemberian bantuan sosial kepada masyarakat di seluruh pelosok Indonesia agar cepat diterima. Program pemerintah yang membantu belanja masyarakat, meningkatkan daya beli harus segera dipercepat." (ANP)