Dukung Program Ketahanan Pangan, Menteri Edhy Bantu Benih dan Kolam Bioflok ke Seskoal 

ANP • Monday, 27 Jul 2020 - 20:41 WIB

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan dukungan atas program ketahanan pangan yang digalakkan TNI AL di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan. Dukungan yang dimaksud berupa pemberian benih ikan bandeng untuk kolam-kolam bioflok yang ada di Seskoal.

Setidaknya ada 24 unit kolam bioflok di markas TNI AL tersebut, dengan diameter masing-masing 3 meter. Ikan yang dipelihara beragam, seperti patin, lele, nila, hingga mujair.

“Adanya bioflok di Seskoal ini bagus sekali. Hari ini kita serahkan 500 ekor benih patin untuk mendukung program di sini,” terang Menteri Edhy di sela-sela peninjauan bioflok di Markas Seskoal, Senin (27/7/2020).

Selain benih patin, KKP juga akan memberikan bantuan kolam yang jumlahnya serupa dengan saat ini, yakni 24 unit. Bantuan tambahan ini karena Menteri Edhy melihat kolam-kolam bioflok yang ada terawat dan sudah berhasil panen.

Tujuan lain, Edhy berharap kolam bioflok di Seskoal bisa menjadi bahan belajar bagi para perwira siswa (Persis) untuk selanjutnya dikembangkan ke daerah-daerah tempat mereka bertugas nantinya.

“Ini bermanfaat sekali, makanya kita bantu lagi 24 kolam. Yang paling penting setelah dari sini, siswa Persis bisa membawa ini ke daerah-daerah-daerah, ke tengah masyarakat tempat mereka bertugas. Mudah-mudahan bukan cuma ikan tawar, tapi juga budidaya ikan laut,” pungkas Edhy.

Selain benih, Menteri Edhy yang datang ke Seskoal untuk memberikan kuliah umum ini juga menyerahkan bantuan 600 kilogram ikan layang dan 900 pack produk olahan ikan, di antaranya siomay dan nugget.

Sementara itu, Komandan Seskoal, Laksamana Muda Iwan Isnurwanto mengaku manfaat kolam bioflok sangat terasa khususnya di masa pandemi Covid-19. Hasil panen bisa memenuhi kebutuhan internal dan para siswa Seskoal.

“Hasilnya tidak banyak, tapi minimal bisa untuk internal Seskoal. Jadi kita tidak susah-susah mencari keluar,” urainya. (ANP)