Dukung Regenerasi Petani, Kementan Gelar Re-Assessment dan Workshop Bagi BPP

FAZ • Wednesday, 5 Jun 2024 - 06:51 WIB

BANJARMASIN - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengupayakan lahirnya petani-petani muda berkualitas di Indonesia.  Hal ini dilakukan karena Kementan menyadari bahwa generasi milenial merupakan modal utama dalam fenomena bonus demografi. Potensi generasi milenial yang dapat dimaksimalkan akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kementan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS). Program YESS bertujuan mencetak petani milenial dan meningkatkan kapasitas maupun kompetensinya serta mengembangkan kemampuan wirausaha bagi generasi milenial.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. Hal ini tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS.

"Pertama program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS yakni pemuda/i harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir," katanya.

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) kembali melaksanakan kegiatan penting di Kalimantan Selatan dengan mengadakan penilaian ulang Business Development Service Providers (BDSP) serta workshop bertempat di Hotel Best Western Kindai, Banjarmasin.

PPIU Kalsel menggelar kegiatan ini selama 2 hari, mulai Kamis sampai Sabtu, 30 sd 31 Mei 2024, dengan partisipasi penuh dari seluruh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) atau dalam Program Yess disebut Business Development Service Providers (BDSP) dari 4 wilayah intervensi program YESS di Kalimantan Selatan.

Dijelaskan Ketua Panitia, Airin Nurmarita bahwa kegiatan ini dilakukan setelah penilaian ulang BDSP di lapangan. Peserta yang hadir termasuk perwakilan dari PPIU Kalimantan Selatan, Master Trainer Utama (MOT), Financial Advisor, DIT, serta Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang terlibat.

“Dalam kegiatan ini, hasil penilaian ulang BDSP di lapangan disampaikan dengan tujuan untuk menentukan kelayakan BDSP sebagai tempat pelatihan, khususnya untuk program YESS. Harapan dari acara ini adalah agar BDSP dapat meningkatkan kualitas dan menjadi tempat pelatihan yang lebih baik di kecamatan masing-masing”, Ujar Airin.

Ditambahkan oleh Deputi Bidang Teknis PPIU Kalsel, Fofa Arofi mewakili Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, bahwa penilaian ulang BDSP dilakukan pada pertengahan Mei lalu. BDSP diharapkan menjadi tempat pelatihan yang akan menyelenggarakan pelatihan bagi para petani atau penerima manfaat, baik dari program YESS maupun pelatihan dari dinas terkait.

“Kegiatan ini untuk memetakan BDSP yang layak dan sangat layak untuk dijadikan tempat pelatihan sesuai dengan fungsinya. Sebab nantinya kegiatan ini menentukan kelayakan BDSP sebagai tempat pelatihan bagi petani-petani khususnya untuk wilayah intervensi Program YESS”, Kata Fofa.

“Diharapkan BDSP dapat menjadi pusat pelatihan yang potensial dengan para trainer yang kompeten, khususnya dalam pelatihan startup dan advanced training dari program YESS. BDSP diharapkan berperan dalam penumbuhan para petani milenial dan umumnya sebagai pusat informasi pertanian”, Tambahnya.

Lebih lanjut kegiatan ini menegaskan komitmen program YESS dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas BDSP di Kalimantan Selatan, serta mendukung pengembangan kewirausahaan dan peningkatan kesempatan kerja bagi generasi muda di sektor pertanian.