Bidik Produksi 1 Juta Barel, SKK Migas Rencanakan Pengeboran 1000 Sumur Tahun Depan

MUS • Thursday, 4 Jul 2024 - 14:06 WIB

Batam - Di tengah misi besar mencapai target 1 juta barel per hari pada 2030, kinerja Indonesia dalam hal produksi minyak sedang tidak baik-baik saja. Hal itu diakui Wakil Kepala SKK Migas Shinta Damayanti, dalam Pre-Indonesia Upstream Oil & Gas Supply Chain Management & National Capacity Building (IOG SCM & NCB) Summit 2024 yang berlangsung pada 3-4 Juli di Batam, Kepulauan Riau. 

"Apakah keadaan kita baik-baik saja? Kita tidak baik-baik saja. Kita masih ketinggalan dalam produksi migas, terutama minyak," kata Shinta, Kamis (4/7). 

Untuk mengejar ketertinggalan itu, tak ada cara lain kecuali melakukan pengeboran yang lebih masif. "Kami mempunyai long term planning bahwa di tahun depan, pengeboran itu ada seribu sumur,” ujarnya. 

BACA JUGA: Kejar Kenaikan Investasi 17% di 2024, SKK Migas Dorong Kolaborasi dan Daya Saing Pelaku Industri

Namun Shinta mengingatkan, kegiatan pengeboran yang aktif dan masif ke depan, harus diimbangi dengan kesiapan para penyedia barang dan jasa. "Pada saat kita mau ngebor seribu sumur rignya siap nggak? pipa-pipa connectionnya siap nggak? semua itu harus on time," tegas Shinta. 

Menjawab tantangan itu, IOG SCM & NCB Summit 2024 di Batam hadir sebagai ajang memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan di industri hulu migas. 

“Kenapa Batam? Karena disinilah berkumpulnya penyedia jasa dari aktivitas operasional migas. Untuk mengejar target produksi 1.000 sumur migas, bisa kita tanya langsung ke mereka apa kurangnya? apa kendalanya? Kami siap membantu asal sama-sama komit untuk mengejar target nasional,” tutup Shinta.