Puspantara: Bukti Dukungan Industri Hulu Migas pada IKN

MUS • Wednesday, 10 Jul 2024 - 17:56 WIB

Nusantara - Sebagai bentuk dukungan industri hulu migas dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara yang selaras dengan alam, pada 8 Juli 2024 industri hulu migas melaksanakan launching pembangunan ruang hijau Taman Buah Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Ibu Kota Nusantara.

Dukungan industri hulu migas dalam pembangunan taman buah Puspantara ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman yang sebelumnya telah dilakukan oleh oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko dan Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Myrna A. Safitri pada tanggal 27 Mei 2024.

Program sinergi antara industri hulu migas bersama OIKN diawali dengan program penghijauan oleh KKKS ENI Indonesia yang melibatkan Desa Suko Mulyo yang berada di wilayah IKN. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara multiyears selama empat tahun dengan ruang lingkup kerja sama berupa penyediaan areal ruang hijau, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pemantauan serta pemberdayaan masyarakat petani di desa Suko Mulyo dan pembangunan sarana dan prasarana pendukung taman buah.

SKK Migas sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mengelola industri hulu migas di Indonesia, telah menjadikan lingkungan berkelanjutan sebagai salah satu target Rencana dan Strategi (Renstra) Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0. 

Penghijauan atau penanaman pohon ini merupakan bagian dari realisasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan SKK Migas – Eni Indonesia di bidang lingkungan dalam rangka mencapai target penanaman pohon dan mendukung kelestarian lingkungan berkelanjutan sekaligus sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemerintah Indonesia dalam mewujudkan target nett zero emission di tahun 2060.

Wakil Kepala SKK Migas, Shinta Damayanti menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas untuk melakukan penanaman pohon 1,6 juta pohon di tahun 2024 dengan CO2 reduction sebesar 300 ribu ton. 

“Kita melihat industri migas, yang memiliki stigma di masyarakat umum sebagai industri fosil penghasil emisi karbon, ternyata memiliki komitmen nyata dalam upaya memulihkan lingkungan dan sekaligus menangkap emisi karbon dari udara melalui penanaman pohon. Sejak diluncurkannya Renstra IOG 4.0 pada tahun 2020 yang lalu hingga saat ini telah ditanam 8,5 juta pohon," ujar Shinta.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri menjelaskan taman buah Puspantara berdiri di tanah kas Desa Suko Mulyo, seluas kurang lebih 14 hektar, yang dalam tata ruang IKN masuk sebagai area budidaya pangan.

Pembangunan taman buah Puspantara diinisiasi oleh Otorita IKN, bekerjasama dengan mitra, yakni SKK Migas, Eni Indonesia, pemerintah desa Suko Mulyo, dan kedepannya perusahaan-perusahaan hulu migas lain. 

“Harapannya taman buah Puspantara ini dapat menjadi sentra tanaman buah di Ibu Kota Nusantara untuk mendukung ketahanan pangan demi mewujudkan Kota Hutan Berkelanjutan di IKN, serta dapat memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat setempat. Selain itu juga sebagai ruang hijau yang bermanfaat untuk warga healing dan berwisata sejenak dari hiruk pikuk kehidupan,” ucap Myrna.

Myrna menambahkan Puspantara ini merupakan project jangka panjang yang nantinya akan dibangun zona-zona produksi buah nusantara yang unggul.

Kepala Desa Suko Mulyo, Mustain, menjelaskan dengan adanya Puspantara ini, diharapkan dapat menumbuhkan sosial ekonomi masyarakat khususnya Desa Suko Mulyo. 

“Tidak hanya membangun taman buah, dukungan dan dampingan untuk pelatihan pertanian dari OIKN, hulu migas, dan ENI, sebagai pengembangan sosial ekonomi kedepannya akan kami lakukan terus supaya pengembangan taman buah Puspantara bersifat inklusif dan menjamah seluruh kalangan,” ujar Mustain.

Sementara Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris mengungkapkan, SKK Migas – KKKS Eni Indonesia tidak hanya menjalankan tupoksi utamanya dalam mencari dan mengembangkan potensi hulu migas di Indonesia, namun juga memberikan kontribusi yang maksimal untuk terciptanya multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa Indonesia serta memastikan keberlanjutan lingkungan.

Azhari menambahkan, sebagian area operasi hulu migas khususnya yang berada di Kalimantan Timur beririsan dengan area IKN. 

“Apresiasi kepada OIKN atas dukungan yang diberikan kepada industri hulu migas, serta kami juga mengharapkan sinergi dan kolaborasi yang baik antara SKK Migas – KKKS dengan OIKN untuk mendukung pencapaian target produksi migas nasional yang telah ditetapkan,” tutup Azhari.