Perkembangan Pemulihan Aplikasi SRIKANDI: Backup Data Terselamatkan Per 13 Juni 2024

ANP • Wednesday, 10 Jul 2024 - 18:32 WIB

Jakarta – Sejak terjadinya gangguan penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) terhitung 20 Juni 2024 pukul 04.15 WIB, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna aplikasi SRIKANDI di lingkungan instansi pemerintah pusat dan daerah, atas ketidaknyamanan dan terhambatnya surat-menyurat serta kegiatan kearsipan lainnya di Aplikasi SRIKANDI.

 

Menyikapi gangguan tersebut, ANRI telah melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan. Hasilnya teridentifikasi bahwa berdasarkan temuan Tim Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), backup data yang terekam dari Aplikasi SRIKANDI tertanggal 13 Juni 2024, tetapi kemungkinan besar arsip yang tercipta pada aplikasi setelah tanggal tersebut tidak dapat diakses. Menyikapi hal ini, ANRI sedang dan terus bekerja keras bersama pemangku kepentingan untuk memastikan pemulihan layanan SRIKANDI dengan tetap mengutamakan keamanan arsip dan integritas sistem.

 

Merujuk pada keterangan resmi Kementerian Kominfo tentang dampak dan pemulihan PDNS, pada 30 Juni 2024 ANRI sudah mendapatkan sumber daya dari PDNS1. Selanjutnya Tim Teknis Pengelola Aplikasi SRIKANDI melakukan proses pemulihan sistem yang cukup kompleks, sehingga diperkirakan akan memerlukan waktu antara 7 hingga 10 hari kalender, terhitung sejak tanggal 1 Juli 2024. Selama proses pemulihan ini, pengguna layanan SRIKANDI disarankan untuk:

1. Memantau pembaruan melalui situs resmi www.anri.go.id dan akun media sosial resmi ANRI untuk informasi terkini mengenai status pemulihan.

2. Meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya penipuan atau phishing yang mungkin terjadi selama periode ini, dengan memastikan setiap informasi yang diterima bersifat resmi yang dikeluarkan ANRI.

3. Menggunakan alternatif, dengan cara:

● menggunakan aplikasi persuratan/pengelolaan arsip dinamis masing-masing instansi pemerintah yang telah dibangun sebelum adanya aplikasi SRIKANDI, selama layanan SRIKANDI belum bisa beroperasi;

● menggunakan layanan Tanda Tangan Elektronik (TTE) melalui fasilitas seperti panther dan untuk distribusi naskah menggunakan surat elektronik kedinasan;

● melakukan proses penciptaan (pembuatan naskah keluar dan penerimaan naskah masuk) secara manual dengan tetap memperhatikan keutuhan dan keautentikan arsip, serta registrasi/pencatatan arsip secara tertib. Terhadap arsip yang diciptakan tersebut dilaksanakan alih media/digitisasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Adapun pengiriman naskah dinas dapat dilakukan melalui surat elektronik (email) resmi instansi pemerintah pusat dan daerah.

4. Setelah Aplikasi SRIKANDI beroperasi kembali, data/arsip yang ada pada aplikasi persuratan/pengelolaan arsip dinamis masing-masing instansi pemerintah dan data/arsip yang sudah dialihmediakan/digitisasi harus diunggah pada fitur pemberkasan ke dalam aplikasi SRIKANDI.

 

 

ANRI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada instansi pemerintah pusat dan daerah yang telah bersikap responsif serta mengambil langkah cepat dalam proses pemulihan, termasuk tetap menjalankan administrasi persuratan dan kearsipan dengan tertib walaupun layanan SRIKANDI mengalami gangguan. ANRI dan pemangku kepentingan terkait akan terus berupaya melakukan proses pemulihan, sehingga layanan SRIKANDI dapat kembali berjalan normal. ANRI juga mengapresiasi atas kesabaran dan pengertian seluruh pengguna di instansi pemerintah pusat dan daerah selama masa pemulihan ini. ANRI terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, dengan terus berupaya mengurangi dampak gangguan ini bagi seluruh pengguna. Jika dibutuhkan informasi lebih lanjut atau para pengguna membutuhkan bantuan atas berbagai pertanyaan, disilakan untuk menghubungi layanan pelanggan melalui helpdesk SRIKANDI https://layanan.arsip.go.id.